Recent Posts

Kurikulum 2013?



tulisan ini buat bahan diskusi ma teman-teman ketika ngobrolin tentang akan adanya kurikulum buat pendidikan di Indonesia........

Pendahuluan
Beberapa orang mulai berisik ketika mendengar adanya perubahan kurikulum. Ganti kurikulum lagi ganti kurikulum lagi, setiap ganti menteri pendidikan kok ganti kurikulum. Pada bulan juni mendatang pemerintah – kemendikbud – berencana akan menerapkan kurikulum baru yang diberi nama kurikulum 2013. Mendikbud dengan sangat percaya diri menyebut bahwa kurikulum ini TOP dan lebih memudahkan guru di lapangan.

Tanggapanmu mengenai kurikulum 2013?
1.       Apakah ini Proyek Kemendikbud?
2.       Apakah Mendikbud mencari legacy pemerintahan?
3.       Apakah ini terkait dengan politik? Persiapan pilpres 2014?
4.       Sudah Tepatkah Perubahan ini dilakukan?
5.       Apa yang melandasi perubahan kurikulum 2013?
6.       Apa sih yang berbeda dari kurikulum sebelumnya?
7.       ........................

Sekilas tentang Kurikulum
Curriculum = bahan pengajaran (bhs. Latin); courier = berlari (bhs. Prancis)
Kurikulum = segala kegiatan yang dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian peserta didik sebagaimana kompetensi yang ingin dituju.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 19)

Komponen Kurikulum
1.       Tujuan
Tujuan Pendidikan Nasional, Institusional, Kurikuler dan Instruksional. Ada juga tujuan Afektif, Kognitif dan Psikomotor.
2.       Isi/Materi Pelajaran
Menyangkut aspek pengetahuan/materi pelajaran, maupun kegiatan peserta didik.
3.       Strategi/Metode
Implementasi kurikulum dan cara penyampaian materi.
4.       Evaluasi
Melihat efektifitas dan efisiensi kurikulum,

8 Standar Nasional Pendidikan
Kurikulum (Standar Isi, Standar Penilaian, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan), Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarpras, Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan.

Mengapa kurikulum berubah
UU 38 Sisdiknas menyatakan bahwa pembuatan kurikulum merupakan wewenang pemerintah. Kurikulum harus bisa menjawab tantangan zaman dan perubahan masyarakat. Pengembangan kurikulum dibutuhkan untuk dapat memberikan kondisi belajar yang lebih baik dan sesuai dengan cita-cita pendidikan.
Prinsip pengembangan kurikulum antara lain:
Orientasi pada tujuan – relevansi – efisiensi  dan efektifitas – fleksibilitas – kontinuitas – keseimbangan – keterpaduan – mutu.
Tujuan Pendidikan Nasional
Tujuan pendidikan nasional ialah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia-manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS Bab II Pasal 3).
Landasan pengembangan / perubahan kurikulum:
1.       Landasan Filosofis
Dikembangkan terkait dengan falsafah masyarakat dan negara u/ mencapai tujuan pnddkn.
2.       Landasan Psikologis
Acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku peserta didik harus dikembangkan.
3.       Landasan Sosiologis
Pendidikan adalah proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Peserta didik dibina dan dikembangkan sesuai dengan budayanya.
4.       Landasan Ipteks
Teknologi adalah aplikasi dari ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah praktis. Ilmu dan teknologi tidak bisa dipisahkan dan selalu berkembang dengan pesat seiring lajunya perkembangan masyarakat dan zaman.

Sejarah Kurikulum di Indonesia
No
Tahun
Deskripsi
1
1947 – Leer Plan (Rencana Pelajaran)
Memuat 2 hal pokok yaitu daftar mata pelajaran dan jam pengajaran, garis-garis besar pengajaran.
2
1952 - Rencana Pelajaran Terurai
Lebih merinci setiap mata pelajaran dengan merinci silabus setiap mata pelajaran.
3
1964 - Rentjana Pendidikan
Rencana Pendidikan Sekolah Dasar
4
1968 - Kurikulum 1968
Kurikulum Sekolah Dasar
Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rentjana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama.
5
1975 - Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif.
6
1984 - Kurikulum 1984

Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL).
7
1994 dan 1999 - Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999
Kurikulum 1994 lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya yaitu mengkombinasikan antara  Kurikulum 1975 yang berorientasi tujuan dan pendekatan proses yang dimiliki Kurikulum 1984.
Kejatuhan rezim Soeharto pada 1998, diikuti kehadiran Suplemen Kurikulum 1999. Tapi perubahannya lebih pada merevisi dan pengurangan beban sejumlah materi.
8
2004 – Kurikulum Berbasis Kompetensi
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi yang harus dicapai siswa. Kurikulum ini cenderung Sentralisme Pendidikan, Kurikulum disusun oleh Tim Pusat secara rinci; Daerah/Sekolah hanya melaksanakan.
9
2006 – Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Perbedaan yang paling menonjol pada Kurikulum ini adalah lebih konstruktif sehingga guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada.
10
2013 – Kurikulum 2013
Mengusung sistem tematik-integratif. Penyusunan silabus dilakukan oleh pemerintah dan guru tinggal melaksanakan. Penggabungan beberapa mata pelajaran menjadii satu.

Beberapa alasan perubahan kurikulum ktsp ke kurikulum 2013 antara lain:
-          Perbedaan kualitas sdm tenaga pendidik di Indonesia
-          Sulitnya pengawasan terhadap pelaksanaan ktsp di Indonesia
-          Perbedaan persepsi guru-guru dan sekolah-sekolah mengenai KTSP
-          Bermunculannya buku dan juga lks dengan konten yang tidak sesuai dengan kurikulum
-          Banyaknya beban pelajaran siswa, sehingga siswa menjadi bosan.
-          Lebih menekankan pada model pembelajaran tematik dan pendidikan karakter sejak dini.
-          Menyesuaikan dengan perkembangan zaman,

Perubahan kurikulum 2013 antara lain:
-          Integrasi dan penyederhanaan mata pelajaran (SD: 10-6 (Tematik-Integratif); SMP: 12-10; SMA: MP wajib & Pilihan; SMK: MP sesuai dengan standar industri)
-          Tambahan jam pelajaran di sekolah (SD:4 JP; SMP:6 JP; SMA:2 JP)
-          Silabus merupakan tanggung jawab pemerintah
-          Mata pelajaran dikembangkan melalui kompetensi
-          Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib

Beberapa cacatan kurikulum 2013
-          Perubahan kurikulum yang terkesan tergesa-gesa, tanpa ada evaluasi dan penelitian mendalam
-          uji publik yang hanya “sekedar formalitas”
-          kurikulum 2013 “mencontoh” upaya Sekolah perkotaan yang maju, sehingga belum tentu cocok dengan Sekolah yang lain
-          Biaya yang besar dalam perumusan kurikulum, lebih dari 600 M
-          Integrasi pelajaran yang masih menimbulkan pro kontra IPA masuk ke Bahasa Indonesia, MTK, dll; IPS masuk ke PPKN, Bhs. Indonesia,dll;  TIK, Mulok, Pengembangan diri  include pada semua mata pelajaran, penambahan jam pada pelajaran
-          silabus dari pemerintah = upaya pembodohan guru
-          tidak ada evaluasi yang jelas mengenai kurikulum sebelumnya
-          perubahan kurikulum yang tidak melibatkan para guru
-          Perubahan kurikulum bukan jawaban atas rendahnya mutu pendidikan Indonesia

Apa yang sebenarnya terjadi pada pendidikan Indonesia?
Garda depan dalam mengimplementasikan kurikulum adalah guru, atau sederhananya kurikulum adalah guru. Guru yang hebat akan melahirkan murid yang dahsyat, sebaliknya Guru yang tidak kreatif akan menghasilkan murid yang malas.
Faktanya, berdasarkan hasil UKG yang baru diselenggarakan oleh pemerintah diketahui bahwa sebagian besar kualitas guru Indonesia masih dibawah rata-rata. Ketika guru memiliki kualitas sdm yang baik maka bentuk kurikulum seperti apapun akan sangat mudah diterapkan.

Jadi, Sudah tepatkah Pergantian kurikulum 2013 ini?


Cerita Masa Kecil # liat kapal




Jujur aku orang kampung, tapi kayaknya yang baca juga ada yang sama, atau mungkin gak kampung tapi pelosok. Hehe
Namanya kampung itu, ya jauh dari kota, namanya jauh dari kota ya biasanya agak ketinggalan dengan kemajuan teknologi. Apalagi pada saat itu, tahun 90-an.

Sebuah kejujuran; Kisah Ayah Abdullah bin Mubarak


Sekelumit kisah menarik yang inspiratif ku dapatkan pada hari ini,
Semoga dapat dijadikan sebagai inspirasi dan teladan bagi kita generasi bangsa,..
Berikut sekelumit kisah tersebut,...

Abu Abdurrahman Abdullah bin Almubarak al-Hanzhali Al-marwazhi,